Allah Benci Orang Yang Pintar ilmu dunia, Tapi bodoh Ilmu Agama -->

Iklan Kiri

Allah Benci Orang Yang Pintar ilmu dunia, Tapi bodoh Ilmu Agama

Samsul Arifin
Sunday, November 25, 2018

ALLAH BENCI ORANG YANG PINTAR ILMU DUNIA TAPI BODOH ILMU AGAMA

Ilmu agama adalah ilmu yang paling wajib dipelajari, karena dengan ilmu agama kita mengenal jalan yang lurus dan membedakannya dengan jalan yang menyimpang.
Maka dengan ilmu agama kita memiliki bekal-bekal untuk kebahagian di akhirat. Tapi sayang banyak umat Islam lebih semangat belajar ilmu dunia daripada ilmu agama, bahkan hanya mempelajari ilmu dunia saja dan tidak peduli dengan ilmu agama.
Allah ta'ala berfirman,
ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻇَﺎﻫِﺮﺍً ﻣِّﻦَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻫُﻢْ ﻏَﺎﻓِﻠُﻮﻥَ
"Mereka hanya mengetahui yang nampak dari kehidupan dunia, dan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai.” [Ar-Rum: 7]
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
ﺃﻱ : ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﻋﻠﻢ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺃﻛﺴﺎﺑﻬﺎ ﻭﺷﺌﻮﻧﻬﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ، ﻓﻬﻢ ﺣﺬﺍﻕ ﺃﺫﻛﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﺗﺤﺼﻴﻠﻬﺎ ﻭﻭﺟﻮﻩ ﻣﻜﺎﺳﺒﻬﺎ ، ﻭﻫﻢ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ ﻋﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﺍﻵﺧﺮﺓ ، ﻛﺄﻥ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻣﻐﻔﻞ ﻻ ﺫﻫﻦ ﻟﻪ ﻭﻻ ﻓﻜﺮﺓ
"Maknanya: Kebanyakan manusia tidak perhatian terhadap ilmu kecuali ilmu dunia, yaitu ilmu tentang macam-macam profesi, urusan-urusan dunia dan berbagai permasalahannya. Maka mereka pun menjadi terampil lagi pandai dalam berbagai lapangan pekerjaan dan profesi untuk menghasilkan keuntungan dunia, namun mereka lalai terhadap ilmu dan amal yang bermanfaat untuk mereka di akhirat." [Tafsir Ibnu Katsir, 6/274]
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻳُﺒْﻐِﺾُ ﻛُﻞَّ ﻋَﺎﻟِﻢٍ ﺑِﺎﻟﺪُّﻧﻴَﺎ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺑِﺎﻵﺧِﺮَﺓ
"Sesungguhnya Allah ta'ala membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat." [HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu, Shahihul Jaami': 2760]
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,
ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺃَﺣْﻮَﺝُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏِ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻳَﺤْﺘَﺎﺝُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﻣَﺮَّﺓً ﺃَﻭْ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ ﻭَﺣَﺎﺟَﺘُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﺃَﻧْﻔَﺎﺳِﻪِ
“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]
Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah