Seorang ulama terkemuka.. Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya -->

Iklan Kiri

Seorang ulama terkemuka.. Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya

Samsul Arifin
Wednesday, December 26, 2018

Seorang ulama terkemuka.. Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya: 


Ketika berumur tiga tahun aku ikut pakcikku yaitu Muhammad bin Sanwar untuk melakukan qiyamullail. Aku melihat cara solat pakcikku dan aku menirukan gerakannya.

Suatu hari pakcikku berkata kepadaku 'apakah kau mengingat Allah yang menciptakanmu?'

Aku menjawab 'bagaimana caranya aku mengingatNya?'

Beliau menjawab 'Anakku.. jika berganti pakaian dan ketika hendak tidur katakanlah tiga kali dalam hatimu.. tanpa menggerakkan lisanmu

 'Allahu ma'i.. Allahu naadhiri.. Allahu syahidi' (Allah bersamaku.. Allah melihatku.. Allah menyaksikan aku)'

Aku menghafalkan kalimat itu lalu mengucapkannya bermalam malam. kemudian aku menceritakan hal ini kepada pakcik.

Pakcikku berkata 'Mulai sekarang.. ucapkan zikir itu sepuluh kali setiap malam'

Aku melakukannya.. aku resapi maknanya dan aku merasakan ada kenikmatan dalam hatiku. Pikiran terasa terang aku merasa senantiasa bersama Allah Swt.

Satu tahun setelah itu pakcikku berkata 'jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu dan amalkanlah sampai kau masuk kubur. Zikir itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat.'

Lalu pakcikku berkata lagi 'hai Sahl orang yang merasa selalu disertai dan dilihat Allah dan disaksikan Allah adakah dia melakukan maksiat?'

'Tentulah tidak akan melakukan maksiat'

Maknanya yang dahsyat jika dihayati dengan sungguh sungguh akan mendatangkan rasa ma'iyatullah (selalu merasa disertai.. dilihat dan disaksikan oleh Allah swt dimana dan bila saja).

Pada akhirnya rasa ini akan menumbuhkan takwa yang tinggi kepada Allah swt. Kalau sudah begitu apakah orang yang merasa selalu disertai.. dilihat dan disaksikan Allah akan melakukan maksiat ?.

Wallahualam