Materi USBN PJOK SMK/SMA - Kisi Kisi -->

Iklan Kiri

Materi USBN PJOK SMK/SMA - Kisi Kisi

Samsul Arifin
Tuesday, March 05, 2019

MACAM - MACAM Permainan Bola BESAR
Sepak Bola
1. Dimulai pertengahan abad ke-19
2. Dipertandingkan di Olimpiade : 1900
3. Masing-masing tim 11 orang
4. FIFA (Federation of International Football Association)
5. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dibentuk oleh Soeratin Sosrosoegondo di Yogyakarta, 19 April 1930.
6. Piala dunia diselenggarakan 4 tahun sekali
7. Lapangan permainan :
- Panjang : 100-120 meter
- Lebar : 65-75 meter
Area gawang :
- lebar : 7,32 meter
- tinggi : 2,44 meter
8. Lama permainan : 2x45 menit, waktu tambahan disebut injury time atau stoppage time.
9. Pelanggaran : Kuning dan Merah. Kuning 2x = Merah
Kartu Merah wajib untuk keluar pertandingan, sedangkan Kartu Kuning masih bisa bermain.
Bola Voli (Mintonette)
1. Masing-masing tim 6 orang
2. Penemu : William G. Morgan di YMCA, 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).
3. Dipertandingkan di Olimpiade: 1964
4. FIVB (Federation Internationale de Volleyball)
5. PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia)
6. Lapangan permainan :
- Luas : 9x18 meter
- Garis tepi : 5 cm
- Lebar garis serang : 3 meter
7. Net :
- Putra : 2,44 meter
- Putri : 2,24 meter
8. Dalam sebuah Tim terdapat : tosser (atau setter), spiker (smash), libero, dan defender (pemain bertahan).

- Tosser/Setter : Pengumpan dan pengatur jalan permainan.
- Spiker/Smash : memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan.
- Libero : pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smashbola ke seberang net.
- Defender : pemain bertahan/menghalau serangan lawan.
9. Setiap babak : 25 bola masuk.
Bola Basket
1. Masing-masing tim : 5 orang.
2. Pertama dimainkan: 1891, Springfield
3. Dipertandingkan di Olimpiade: 1936
4. FIBA (Federation International de Basketball)
5. PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia)
6. Lapangan permainan :
- Luas (FIBA) : 28,5x15 meter
- Luas (PERBASI) : 26x14 meter, jari-jari pada lingkaran : 1,8 meter
7. Wasit : Wasit 1 (Referee), Wasit 2 (Umpire)
8. Waktu permainan : 4x10 menit, setiap istirahat 10 menit.
- Waktu tambahan jika skor akhir sama adalah 2 babak, dengan waktu istirahat 2 menit.
- Waktu lemparan ke dalam : 5 detik
9. Teknik dasar :
Fade Away : tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola.
Hook Shoot : cara menembak dari samping dengan satu tangan.
Jump Shoot : melompat dan melakukan tembakan
crossover : dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya.
Slamdunk : memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket.


MACAM-MACAM Permainan Bola KECIL
Tenis Meja
1. Perseorangan maupun tim
2. ITTF (Internasional Table Tenis Federation)
3. PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia)
4. Dipertandingkan di Olimpiade: 1988
5. 3/4 kali kemenangan, disetiap setnya 11 nilai.
6. Ukuran Meja :
- P : 2,74 meter

- L : 1,525 meter
- T : 0,76 meter
- Tinggi Net : 15,25 cm
7. Jenis Pukulan : Pukulan Forehand dan Backhand.
SoftBall
1. 2 Tim, per tim 9 orang, yaitu Tim pemukul(pitcher/pelempar bola) dan pelempar(batter/pemukul bola).
2. Pertama dimainkan: Amerika Serikat, 1887
3. ISF (International Softball Federation)
4. PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softbal Seluruh Indonesia)
5. Lapangan berbentuk Bujur Sangkar, dengan 4 base disetiap sudutnya.
- Base ditandai dengan marka yang berukuran 38x38 cm
- Jarak antar marka 18,29 meter
6. Setiap tim akan berlomba untuk mendapat nilai (run) yang diperoleh dari memutari 3 seri base (marka) hingga finish dengan menyentuh home plate (marka terakhir).
7. Terdapat 3 tipe, yaitu :
- Slow pitch softball – merupakan jenis tipe sofbol yang memberi kemudahan pemukul untuk memukul bola secara terus menerus dengan jenis lemparan bola yang pelan dan melambung.
- Modified pitch softball – tujuan tipe ini adalah untuk memudahkan aturan yang dipakai di tipe fast-pitch agar pemain lebih terbiasa. Kecepatan pelemparan bola berada di antara tipe fast dan slow di mana kecepatan ini dibatasi dengan perputaran lengan yang melebihi bahu.
- Fast pitch softball – merupakan tipe dengan pelemparan bola di kecepatan yang maksimum, di mana kecepatan ini mirip dengan kecepatan lemparan bola di permainan bisbol. Hanya saja perbedaannya ada pada gaya lempar bola dan cara pelepasan bola.
Badminton
1. Ukuran Lapangan : 13,4 x 6,1 meter, Tinggi net : 1,55
2. IBF (International Badminton Federation) didirikan tahun 1934.
3. PBSI (Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia) didirikan di Bandung, 5 Mei 1951.
4. Skor 3x21, Menang 2x dapat langsung dinyatakan menang.
5. Perseorangan dan tim
6. Teknik Dasar :
• Teknik Memegang raket :
- Pegangan dasar (forehand)
- Pegangan backhand
- Pegangan pukul kasur (pegangan Amerika).
• Teknik Pukulan :
- Teknik pukulan servis
- Teknik lob
7. Kejuaraan :

• Piala Thomas, partai beregu internasional putra utama pertama kali diadakan pada 1948-1949
• Piala Uber, setara putri pertama kali diadakan pada 1956-1957
• Piala Sudirman, pertandingan tim internasional nomor beregu campuran diadakan setiap dua tahun, dimulai pada tahun 1989. Tim dibagi menjadi tujuh tingkat berdasarkan prestasi masing-masing negara. Untuk memenangkan turnamen, sebuah negara harus bermain dengan baik di semua nomor (ganda dan tunggal putra, ganda dan tunggal putri, dan ganda campuran).


MACAM-MACAM LARI
Dalam perlombaan lari, ada tiga cara start, ialah:
- Start berdiri (standing start)
- Start jongkok (crouching start)
- Start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estapet 4 x 100 m.
1. Lari Jarak Pendek (Sprint)
• Berlari dengan kecepatan penuh/maksimal
• Pelarinya disebut Sprinter
• Nomor lari : 100, 200, 400 meter
• Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin membutuhkan daya tahan yang besar, sehingga ada yang dinamakan “edurance”
• Teknik : start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish.
2. Lari Jarak Menengah
• Nomor lari : 800, 1500 meter
• Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah:
>> Badan harus selalu rilaks atau santai.
>> Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek.
>> Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical.
>> Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah harus sesuai dengan panjang tungkai.
3. Lari Jarak Jauh
• Nomor lari : 3000, 5000, 10000 meter dan marathon 42,195 km
PENCAK SILAT
a. Prinsip-Prinsip Bela Diri Pencak Silat :
1) Seorang pesilat tidak berbuat hal-hal yang dapat mencela diri sendiri.
2) Tidak memancing keributan.

3) Pembelaan diri merupakan prinsip utama dalam pencak silat.
4) Tidak mencari musuh
5) Tidak pernah mundur apabila ada tantangan
b. Kode Etik Seorang Pesilat
1) Tidak boleh menyerang terlebih dahulu, bahkan harus menghindari perselisihan.
2) Harus menggunakan kepandaian silat untuk menolong semua orang.
3) Tidak boleh menonjolkan diri atau sombong,
apalagi berlaku sewenang-wenang
c. Strategi dalam bela diri pencak silat
1) Siasat dijalankan sebelum pertandingan dimulai.
2) Kondisi, tempat, alat, asrama, dan makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang dihadapi.
3) Perang saraf dengan lawan yang akan dihadapi.
4) Observasi kekuatan dan kelemahan lawan.
5) Latihan untuk mengotomatiskan sistem, pola, serta tipe bertahan dan menyerang.
6) Pelatih lebih berperan daripada pesilat dalam pembentukan strategi.
d. Taktik dalam Pencak Silat
1) Taktik Penyerangan
Taktik penyerangan merupakan siasat dengan tujuan mematahkan pertahanan lawan untuk mencari kemenangan dalam bertanding secara sportif. Serangan dibagi jenisnya berdasarkan bagian tubuh, yaitu serangan lengan (pukulan) dan serangan kaki (tendangan).
Seorang pesilat harus dapat membaca taktik lawannya, sehingga pesilat dapat dengan mudah menemukan titik kelemahan dari lawan. Olahraga beladiri pencak silat tidak selalu harus menggunakan tenaga yang besar. Namun dengan taktik yang cerdik dan dapat membaca gerak-gerik lawan, berbagai kemungkinan bisa diantisipasi lebih awal.
2) Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan merupakan siasat dengan tujuan menahan atau menghindari serangan lawan (pembelaan) supaya tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Pembelaan sangat penting dalam pencak silat. Oleh karena itu, setiap pesilat harus menguasai teknik dasar yang satu ini. Taktik pertahanan dalam pencak silat, meliputi teknik hindaran/elakan dan tangkisan.
STRUKTUR :
1. Ketua pertandingan
2. Sekretaris pertandingan
3. Dokter pertandingan
4. Pengamat waktu
5. Juri teknik
6. Dewan hakim
7. Dewan pendekar

8. Wasit-juri
9. Pembantu-pembantu
10. Sudut merah
11. Sudut biru
12. Lampu menang
13. Lampu babak
14. Gong
KEBUGARAN
Peserta didik mampu memahami dan menguasai :
• Program latihan untuk meningkatkan derajat kebugaran jasmani terkait kesehatan dan keterampilan
Hakikat Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani, kesegaran jasmani, atau kesamaptaan jasmani memiliki makna yang sama. Namun, pada umumnya selalu disebut sebagai kebugaran jasmani.
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang cukup berat dan cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Seseorang yang memiliki derajat kebugaran jasmani masih memiliki tenaga cadangan untuk menghadapi suatu pekerjaan atau keadaan yang mendesak.
Sementara itu, orang yang sehat belum tentu memiliki kebugaran jasmani yang tinggi dan belum tentu dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan atau berolahraga yang cukup berat dan lama. Namun sebaliknya, orang yang memiliki kebugaran jasmani pasti sehat.
Latihan kondisi fisik (physical conditioning) sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani (physical fitness).
Derajat kebugaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Semakin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorang semakin tinggi pula kemampuan kerja fisiknya.
Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera. Faktor timbulnya cedera salah satunya dikarenakan program latihan kondisi fisik yang dilakukan tidak sempurna.
Oleh karena itu, program latihan kebugaran jasmani perlu direncanakan secara sistematis. Tujuannya untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh.

Adapun komponen fisik yang harus dipelihara dan ditingkatkan dalam program latihan olahraga pada umumnya, antara lain sebagai berikut:
1. daya tahan (general endurance);
2. kekuatan (strength);
3. kecepatan (speed);
4. kelincahan (agility);
5. koordinasi (coordination);
6. kelentukan (flexibility);
7. keseimbangan (balance);
• Konsep latihan dan pengukuran kebugaran jasmani terkait kesehatan (daya tahan, kekuatan, komposisi tubuh, dan kelenturan), konsep latihan dan pengukuran komponen kebugaran jasmani terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) menggunakan instrumen terstandar
Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Untuk meningkatkan kebugaran jasmani, Anda perlu mengenal beberapa unsur yang perlu dilatih, yaitu kekuatan, kecepatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak (power) dan kelentukan.
1. Latihan Kekuatan
Latihan kekuatan (strength training) pada umumnya dilakukan dengan pemberian beban, baik beban internal (tubuh sendiri) maupun beban eksternal (peralatan fitness).
Adapun hal-hal yang menunjang keselamatan saat melakukan program latihan, antara lain sebagai berikut:
a. Pakailah pakaian yang sesuai dan nyaman untuk berolahraga. Misalnya kaos dan training. Selain itu pakaian harus elastik, tidak menghambat gerakan, serta dapat menyerap keringat.
b. Gunakan sepatu yang dilengkapi kaos kaki.
c. Istirahatlah dalam setiap seri.
d. Hindari penggunaan beban yang terlalu berat, terutama pada pemula.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu memerhatikan beberapa hal berikut, antara lain sebagai berikut:
a) b. Lakukan pemanasan yang cukup pada otot-otot yang akan dilatih (warming up), sebelum memulai latihan.
b) c. Prinsip latihan peningkatan beban secara sistematis dan terencana (overload system).
c) d. Pergunakan beban sesuai kemampuan.

d) e. Lakukan setiap gerakan dengan repetisi dan set yang benar. Repetisi adalah jumlah ulangan angkatan pada saat mengangkat beban, sedangkan set adalah jumlah setiap ulangan.
e) f. Setiap bentuk latihan harus dilakukan dalam ruang gerak yang luas.
f) g. Harus mendapat pengawasan dan bantuan dari instruktur yang berpengalaman.
g) h. Lakukan pendinginan (cooling down) setelah berlatih.
Ada sistem latihan yang harus diperhatikan saat melakukan latihan beban, antara lain sebagai berikut:
a. Sistem set (set system). Sistem latihan ini dilakukan dengan menggunakan 8 s/d 12 repetisi sebanyak 3 set.
b. Sistem superset (superset system), pelaksanaannya dilakukan dengan cara setiap bentuk latihan disusuldengan bentuk latihan antagonisnya, misalnya latihan biceps, kemudian latihan triceps (otot lengan).
c. Split routines. Pelaksanaanya hanya melatih tubuh bagian atas, kemudian melatih tubuh bagian bawah.
2. Latihan Kecepatan
Latihan kecepatan (speed training) diberikan dalam bentuk latihan lari dan sekaligus dengan latihan reaksi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melatih komponen kecepatan, antara lain sebagai berikut:
e. Lakukan pada awal dari suatu unit latihan, pada saat otot otot masih kuat.
f. Intensitas latihan pada tingkat sub-maksimal atau maksimal.
g. Jarak antara 30–80 meter dianggap jarak yang baik untuk pembinaan kecepatan secara umum.
h. Jumlah pengulangan antara 10–16 kali dan terdiri atas 3–4 seri.
i. Untuk kecepatan daya ledak (explosive speed) dapat dilatih dengan penambahan beban yang tidak lebih dari 20% dari beban maksimal.
j. Waktu istirahat antara pengulangan (repetition) 1–3 menit, waktu istirahat antarseri sampai 6 menit.
Bentuk latihan kecepatan reaksi dapat dilakukan dengan berbagai rangsangan-rangsangan luar, seperti: tepukan tangan, bunyi peluit, atau suara sebagai aba-aba untuk mulai yang sekaligus juga melatih reaksi pemain.
3. Latihan Daya Tahan
Latihan daya tahan (endurance training) merupakan latihan untuk bekerja atau berlatih dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan. Daya tahan otot (muscular endurance) dapat dilakukan dengan latihan yang melibatkan satu otot pada tubuh. Caranya dengan melakukan suatu gerakan berulang-ulang dalam waktu yang relatif lama.
Untuk melatih daya tahan otot biceps, latihan yang dilakukan adalah dengan mengangkat beban (dumble) ringan. Dilakukan sebanyak lebih dari 20 ulangan dengan beban kirakira 10–15 kg.
Selain itu, untuk melatih daya tahan jantung dan paru-paru (general endurance) biasanya dengan melakukan latihan yang bersifat aerobik, yaitu latihan yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Banyak kegiatan dalam membina daya tahan yang dapat dilakukan, diantaranya lari lintas alam (cross country), fartlek (speed play), circuit training, dan interval training.
4. Latihan Kelentukan
Latihan kelentukan (flexibility training) dapat dikembangkan menjadi dua bentuk latihan, yaitu peregangan dinamis dan peregangan statis.
a. Peregangan Dinamis
Peregangan dinamis dilakukan dengan menggerakkan anggota tubuh secara berirama atau dengan gerakan memantulmantulkannya (bouncing). Contoh peregangan dinamis adalah sebagai berikut:
1) Duduk selonjor dengan kedua kaki lurus, usahakan untuk mencapai ujung jari kaki dengan jari-jari tangan, sambil melakukan gerakan merenggut pinggang.
2) Duduk dengan sikap “lari gawang”. Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dilipat ke belakang.
3) Berbaring terlungkup, tangan dilipat ke depan dada. Angkat kepala dan dada secara berulang-ulang setinggi mungkin ke atas.
4) Sikap jongkok, kedua tangan bertumpu di lantai. Lemparkan kaki lurus ke belakang secara bergantian kiri dan kanan.
5) Berdiri kangkang kedua tangan direntangkan ke samping. Bungkukkan badan sambil tangan kanan menyentuh ujung kaki kiri, kembali ke sikap semula.
b. Peregangan Statis
Peregangan statis dilakukan dengan meregangkan tubuh atau anggota tubuh, dan mempertahankan sikap tersebut tanpa bergerak (static) untuk beberapa saat.
Contoh peregangan statis adalah sebagai berikut:
1) Berdiri dengan kedua kaki rapat. Bungkukkan badan sehingga jari tangan menyentuh lantai. Pertahankan sikap ini tanpa bergerak (static) selama 20–30 detik.
2) Berdiri dengan kaki kangkang lebar. Bungkukkan badan sehingga kedua telapak tangan bertumpu di lantai. Pertahankan sikap ini selama 20-30 detik.
3) Duduk bersila dengan telapak kaki bertemu. Tarik tumit ke arah dalam dengan kedua tangan. Pertahankan sikap ini selama 20-30 detik.
4) Duduk dengan satu kaki lurus ke depan, kaki lainnya dilipat. Kedua tangan memegang pergelangan kaki yang lurus.
5) Sikap berbaring. Tarik kedua lutut dengan kedua tangan ke arah/menyentuh dada. Kepala diangkat. Pertahankan sikap ini selama 20-30 detik.
5. Latihan Kelincahan

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah gerakan dengan cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Bentuk-bentuk latihan keseimbangan dapat dilakukan dengan melakukan gerakan apa saja yang dapat meningkatkan kelincaha seseorang. Bentuk-bentuk latihan kelincahan yang umum di lakukan untuk meningkatkan kelincahan seseorang adalah: zigzag run, boomerang run, shuttle run, obstacle run, dan banyak lagi.
a. Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (Shuttle run)
a. Lari bolak-balik sebanyak 6-8 kali dilakukan dengan secepat-cepatnya.
b. Setiap kali sampai pada titik yang menjadi batas, pelari secepatnya berusaha mengubah arah untuk menuju titik lari sebaliknya.
c. Jarak antyar batas keduanya jangan terlalu jauh dan jumlah ulangannya jangan terlalu banyak agar tidak
menyebabkan kelelahan bagi pelaku.
b. Lari bolak-balik atau lari zig-zag
Tujuannya adalah melatih tubuh bergerak dengan loncah pada arah yang berkelok-kelok. Cara melakukan latihan adalah sebagai berikut:
1. Lakukan lari bolak-balik dengan cepat. Lakukan 2 – 3 kali diantara beberpa titik
2. Jarak setiap titik sekitar duam meter
c. Latihan mengubah posisi tubuh / jongkok-berdiri (squat-thrust)
Tujuannya adalah melatih mengubah posisi tubuh (jongkok dan berdiri tegak), Cara melakukannya adalah sebagai berikut
a. Jongkok sambil menumoukkan kedua lengan dilantai b. Pandangan kearah depan
c. Lemparkan kaki kebelakang sampai lurus dengan sikap badan terungkap dalam keadaan terangkat.
d. Dengan serentak, kedua kaki ditarik kedalam, kemudian kembali ketempat semula.
d. Latihan ini dilakukan berulang-ulang denagan gerakan yang sama
d. Latihan kelincahan bereaksi
Tujuannya melatih kelincahan dalam melakukan suatu reaksi gerakan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
a. Berdiri dengan sikap ancang-ancang, kedua lengan disampaing badan denagan siku bengkok, perhatikan aba-aba peluit.
b. Bunyi peliuit pertama, lari kedepan secepat-cepatnya.
c. Bunyi peluit kedua, lari mundur secepat-cepatnya.
d. Bunyi peluit ketiga, lari ke samping kiri secepatnya.
e. Bunyi peluit keempat, lari ke samping kanan secepatnya.
f. Latihan ini dilakukan terus-menerus secara berangkai tanpa berhenti dahulu.

6. Latihan Keseimbangan
Macam-Macam Latihan Keseimbangan Tubuh
Pada bagian sebelumnya, telah dijelaskan bahwa tubuh harus dilatih terutama otot untuk tetap kuat dan sigap dalam menjaga keseimbangan tubuh. Cara ini sangat baik anda lakukan mulai dari usia muda, agar tetap sehat di usia tua.
1. Latihan Berdiri dengan Satu Kaki
Berbicara tentang keseimbangan, tentu contoh yang paling mudah menggambar keseimbangan yang baik adalah kemampuan seseorang untuk berdiri hanya dengan satu kaki. Sebenarnya, latihan ini juga termasuk dalam macam-macam gerakan yoga untuk kesehatan yang banyak dipelajari saat ini
seperti macam-macam senam ketangkasan untuk tubuh. Namun, tidak banyak yang mengetahui, bahwa gerakan ini memang manfaat utamanya adalah melatih keseimbangan tubuh seseorang. Oleh sebab itu, anda yang ingin memiliki kekuatan otot yang kuat untuk menjaga keseimbangan tubuh sepanjang usia perlu melakukan latihan berdiri dengan satu kaki ini. Awal masa latihan, anda dapat menyiapkan satu buah kursi di sisi anda untuk berjaga-jaga ketika anda tidak lagi mampu menahan berdiri dengan satu kaki. Atau, kursi tersebut juga dapat digunakan di awal untuk menjadi penahan diri selama menyeimbangkan tubuh. Peganglah kursi dan angkatlah salah satu kaki anda secara perlahan. Lalu pertahankanlah posisi berdiri tersebut selama beberapa saat, sebelum mengganti kaki dan melakukan gerakan yang sama.
2. Latihan Berdiri dengan Satu Kaki dan Satu Tangan Diangkat
Latihan kedua yang dapat anda coba adalah modifikasi dari latihan pertama. Sama dengan sebelumnya, anda dapat melatih keseimbangan tubuh dengan melatih otot kaki dalam menopang berat tubuh, hanya bertumpu pada satu kaki saja. Lakukan cara ini, apabila anda sudah mahir melakukan gerak pertama di atas. Jika belum, tentunya mencapai kesuksesan di gerak kedua ini akan sulit dilakukan. Modifikasi dilakukan pada posisi tangan anda. Jika sebelumnya anda hanya memosisikan tangan di sisi tubuh anda, maka kali ini anda diminta untuk menggunakan tangan sebagai kontrol keseimbangan. Caranya, angkatlah kedua tangan anda hingga setinggi bahu. Lalu, pastikan untuk menahan posisi selama beberapa saat. Jika sudah sampai batas maksimal anda, maka gunakan kaki berikutnya untuk menahan badan dan kembali rentangkan tangan anda.
3. Latihan Berdiri dengan Satu Kaki dan Mata Ditutup
Modifikasi terhadap jenis latihan pertama terus dilakukan. Selain modifikasi dari posisi tangan, ada juga modifikasi dengan menggunakan fungsi mata. Diketahui bahwa, mata dapat membantu seseorang lebih sensitif lagi untuk melatih kemampuan keseimbangannya. Cara melatih kemampuan keseimbangan ini dilakukan dengan menutup mata sambil mengangkat satu kaki anda. Selain jenis olahraga untuk meningkatkan konsentrasi dalam hal ini, anda perlu mempercayai diri anda, bahwa tanpa melihat anda bisa berdiri dengan satu kaki. Tanpa disadari latihan rutin berdiri dengan satu kaki dan mata ditutup ini akan memberikan manfaat yang sangat baik untuk kemampuan anda. Jadi mulai dari sekarang, selalu pastikan untuk melatih keseimbangan tubuh dengan berbagai cara salah satunya dengan memodifikasi

gerak tutup mata di dalamnya. Selamat mencoba dan memiliki keseimbangan tubuh yang semakin baik setiap harinya dan kesehatan tubuh di usia senja.
4. Latihan Berdiri dengan Satu Kaki Diangkat ke Belakang
Keseimbangan memang tidak dapat meninggalkan contoh keseimbangan paling nyata, yaitu berdiri dengan satu kaki. Lalu hal inilah yang menjadi alasan mengapa berdiri dengan satu kaki banyak dimodifikasi menjadi beberapa gerakan latihan keseimbangan. Macam-macam latihan keseimbangan tubuh banyak yang dimodifikasi dari gerakan satu kaki diangkat ini. Salah satu contoh lagi modifikasi latihan keseimbangan dengan satu kaki diangkat adalah perbedaan dengan kaki yang diangkat ke arah belakang. Teknik keseimbangan ini juga sangat baik untuk dilatih, karena selain membantu melatih keseimbangan di satu titik, cara ini juga membantu anda melatih keseimbangan yang dipusatkan di sepanjang kaki yang diangkat ke belakang. Anda yang dapat menguasai teknik keseimbangan ini, pastinya akan memiliki otot otot kaki yang terlatih untuk menjaga keseimbangan tubuh hingga usia senja nantinya.
5. Latihan Berdiri dengan Satu Kaki Diangkat ke Depan
Masih bentuk modifikasi dari latihan keseimbangan dengan satu kaki yang diangkat, kali ini kaki tidak diangkat ke arah belakang tetapi ke depan. Sama seperti pada teknik melatih keseimbangan dengan kaki diangkat ke belakang, namun kaki yang diangkat ke depan ini tidak akan bisa total diangkat hingga lurus sejajar pinggang seperti ke belakang. Sehingga, kaki yang di depan lebih sulit dipertahakan keseimbangannya. Atau dengan kata lain, latihan jenis ini lebih sulit tingkat kesuksesannya dibandingkan latihan berdiri dengan satu kaki lainnya. Terlebih lagi, karena ada satu kaki yang diangkat kedepan biasanya otomatis tubuh akan lebih condong ke arah belakang dan membuat seseorang mudah jatuh jika keseimbangan tubuhnya tidak baik. Jadi pastikan untuk melatih keseimbangan tahap demi tahap, sebelum mencoba latihan yang lebih tinggi tingkat kesulitannya.
6. Latihan Duduk dan Tarik Badan ke Belakang
Selain dengan cara berdiri, anda pun dapat melatih keseimbangan tubuh dengan melatih otot otot dalam posisi duduk. Mungkin cara ini terdengar baru untuk anda, namun setelah membaca bagaimana cara ini dilakukan anda mungkin akan mulai mengerti bahwa keseimbangan pun dapat dilatih saat anda dalam posisi duduk. Berikut ini cara anda dapat melakukannya, yaitu pertama tama dengan menyiapkan kursi duduk tanpa sandaran. Saat sedang duduk, anda dapat menarik tubuh anda ke belakang perlahan lahan hingga mencapai titik keseimbangan maksimal anda. Anda dapat menggunakan otot tangan di awal masa latihan, sebagai tumpuan keseimbangan. Namun, seiring berjalannya waktu latihan anda dapat mengandalkan otot perut saja untuk menjaga keseimbangan tubuh anda saat duduk dan menarik badan ke arah belakang dan menjaga agar anda tidak terjatuh.

7. Latihan Duduk lalu Berdiri

Keseimbangan juga dapat diketahui dari bagaimana anda bisa duduk dan lalu berdiri tanpa ada gangguan keseimbangan. Sayangnya, tentu diketahui hal ini sangat sulit dilakukan tanpa adanya pegangan untuk menopang keseimbangan seseorang yang akan berdiri dari posisi duduk. Itulah mengapa anda perlu berlatih dengan cara ini juga. Latihan keseimbangan dapat dimulai dengan menyiapkan sebuah kursi. Duduklah di atas kursi tersebut dan sewaktu waktu berdirilah tanpa menggunakan pegangan. Pastikan untuk menahan keseimbangan anda di otot kaki atau perut. Kembali duduk dan ulangi gerakan tersebut beberapa kali, hingga anda mulai stabil dalam melakukan gerak diri setelah duduk. Setelah terlihat seimbang, maka jangan berhenti untuk melakukannya. Terus latihan secara rutin setiap hari. Anda dapat berdiri lalu duduk sewaktu waktu untuk dapat memberikan keseimbangan tubuh.
8. Latihan Berjalan dengan Beban di Atas Kepala
Tahukah anda bahwa keseimbangan juga diperlukan oleh kebanyakan wanita dalam menggunakan sepatu hak tinggi (high heels)? Tentu anda sudah tidak asing lagi dengan sepatu jenis ini. Setiap wanita dapat menggunakan sepatu hak tinggi tanpa khawatir jatuh karena keseimbangan yang tidak baik. Keseimbangan tubuh yang buruk tersebut membuat tidak setiap wanita percaya diri untuk berjalan dengan hak tinggi. Itulah sebabnya, profesi seperti model disarankan untuk melatih keseimbangan dengan gerak seperti berjalan dengan beban yang ditaruh di atas kepala. Jenis latihan ini sangat baik untuk dicoba oleh anda. Selain itu, latihan ini pun dapat dilakukan di rumah tanpa perlu bantuan orang lain. Cukup sediakan beban di atas kepala seperti bakul, buku, dan benda lain yang dapat diletakan di atas kepala sambil anda berlatih berjalan dengan seimbang.
9. Latihan Berjalan dengan Lurus
Kemudian berjalan pun dapat melatih keseimbangan, jika berjalan dilakukan dengan ketentuan tertentu seperti harus pada garis lurus. Anda yang ingin melatih keseimbangan secara sempurna, memang dapat menggunakan teknik yang satu ini. Menurut berbagai informasi, diketahui bahwa berjalan di garis lurus akan melatih keseimbangan otot kaki untuk menahan tubuh saat berjalan. Itulah mengapa teknik latihan yang satu ini pasti dilakukan dan diberikan ke wanita wanita yang terlibat dalam kompetisi kecantikan.
Tidak dapat dipungkiri memang berjalan di atas garis lurus tidak mudah dilakukan, terlebih lagi jika anda tidak memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Oleh sebab itu, cobalah lakukan latihan para model ini pada diri anda. Semoga dapat bermanfaat dalam mempertahankan otot otot kaki dalam kondisi yang selalu sehat.
10. Latihan Mengayunkan Kaki
Latihan selanjutnya yang termasuk dalam macam macam latihan keseimbangan tubuh yang perlu anda coba adalah latihan mengayunkan kaki. Jenis latihan yang satu ini diketahui merupakan latihan yang dikenal dengan nama leg swings. Anda hanya perlu berada dalam posisi berdiri. Sambil berdiri, anda perlu menumpukan berat pada kaki kanan, dan mengangkat kaki kiri setinggi sekitar 5 inchi di atas lantai. Jika sudah posisikanlah kedua tangan anda di sisi tubuh anda, sambil mengayunkan kaki kiri yang anda angkat. Ayunkan kaki anda tersebut ke arah depan dan ke arah belakang. Namun, pastikan tubuh ada dalam posisi tegak dan tetap seimbang. Latihan ini termasuk dalam salah satu latihan keseimbangan yang paling sulit dilakukan, jadi pastikan untuk melakukannya dengan hati hati dan jangan sampai menimbulkan cedera.

11. Latihan Memutar Tangan Searah Jarum Jam
Lagi lagi, latihan keseimbangan kali ini memanfaatkan latihan keseimbangan dasar yaitu berdiri dengan satu kaki. Perbedaannya terletak pada posisi tangan anda dan gerakan yang tangan anda lakukan. Jadi sambil mempersiapkan latihan keseimbangan, maka ada perlu upaya penguatan yaitu dengan mencoba melihat kekokohan keseimbangan anda saat tangan anda berputar. Itulah sebabnya anda perlu tetap ada dalam posisi berdiri dengan sebelah kaki. Sambil mengangkat satu kaki, anda perlu mengangkat tangan anda mulai dari lurus searah dada, kemudian angkat seperti menunjuk angka 3, 6, 9, dan seterusnya hingga tangaan anda berputar searah jarum jam. Namun, selama melakukan ini anda tidak boleh kehilangan keseimbangan tubuh. Artinya, walau tangan anda diputar beberapa arah tapi tubuh anda tetap seimbang walau hanya dengan satu kaki.
12. Latihan Memutar Kaki Searah Jarum Jam
Mirip dengan teknik latihan pada bagian sebelumnya, latihan kali ini juga menggunakan kaki satu yang digunakan untuk berdiri sebagai pusat keseimbangan. Tidak mudah memang dapat berdiri dengan satu kaki dan satu kaki lainnya diputar searah jarum jam. Namun, teknik latihan yang satu ini adalah salah satu teknik yang paling baik untuk membantu anda memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Anda hanya perlu berdiri dengan satu kaki. Kemudian angkatlah salah satu kaki anda kea rah depan. Putarlah kaki anda tersebut kea rah jarum jam secara perlahan lahan. Misal di mulai dari titik 12 ke 3, titik 3 ke 6, dan seterusnya.
13. Latihan Berdiri di Permukaan yang Tidak Rata
Berdiri tegak di permukaan yang tidak rata merupakan juga jenis latihan keseimbangan yang adalah jenis olahraga yang mudah dan murah dilakukan di rumah. Pasalnya anda hanya perlu menemukan permukaan tidak rata di sekitar anda. Berdirilah di atas permukaan tersebut dengan tegak. Anda bisa memanfaatkan batu, tanah berlubang dan masih banyak lagi permukaan tidak rata lainnya. Jika anda berhasil berdiri tegak dengan kedua kaki, maka anda dapat mencoba untuk mengangkat salah satu kaki untuk diangkat. Jadi selanjutnya anda melakukan angkat satu kaki di atas permukaan yang tidak rata. Teknik ini akan sangat membantu reflek tubuh anda dalam menjaganya tetap seimbang menggunakan otot otot yang terlatih.
14. Latihan Squat dengan Satu Kaki
Selanjutnya, ada lagi latihan keseimbangan yang dapat anda coba lakukan untuk memiliki otot otot kaki dan bagian tubuh lain yang dapat menopang keseimbangan tubuh anda. Cara ini adalah dengan memanfaatkan olahraga squat. Anda tentu tahu bagaimana olahraga squat dilakukan. Anda perlu menaikan dan menurunkan tubuh dengan menggunakan kaki sebagai penahan posisi. Namun, pada latihan keseimbangan salah satu kaki akan diangkat sehingga anda hanya menggunakan satu kaki untuk squat. Oleh sebab itu, pastikanlah untuk mencoba cara ini di rumah. Namun lagi lagi, pastikan untuk menghindari cedera dan bahaya berolahraga karena anda melakukannya tanpa persiapan yang maksimal dalam melatih otot kaki.

15. Latihan Squat dengan Beban
Selain itu, anda juga dapat melakukan squat dengan tambahan beban. Cara ini merupakan satu lagi cara melatih kekuatan tubuh dengan menggunakan latihan squat. Anda hanya perlu menambahkan satu beban di salah satu sisi tubuh anda. Sehingga anda memerlukan kekuatan otot kaki yang baik untuk dapat mempertahankan keseimbangan tubuh selama melakukan squat. Jadi pastikanlah untuk hanya menambahkan beban di satu sisi tubuh saja. Anda perlu menjaga keseimbangan dengan tetap melakukan squat walau dengan tambahan beban. Dengan demikian, pastikan untuk melakukan squat dengan bantuan atau pengawasan di awal pencobaan agar tidak membahayakan diri anda.
Demikianlah tadi informasi lengkap mengenai macam-macam latihan keseimbangan tubuh yang wajib anda coba. Semoga informasi ini menjadi informasi yang berguna dan dapat anda gunakan untuk latihan mulai dari sekarang. Perlu untuk diingat bahwa ada banyak manfaat jika anda rajin melatih keseimbangan tubuh anda. Salah satunya adalah manfaat dalam menjalani kehidupan anda di usia lanjut nanti. Anda tidak perlu menderita karena efek keseimbangan tubuh yang tidak terlatih sejak masih muda. Jadi selalu berolahraga dan jagalah kesehatan tubuh anda dengan berbagai macam olahraga untuk melatih kekuatan otot kaki. Mulai dari situ perlahan-lahan keseimbangan tubuh anda pun dapat terlatih dengan baik.
7. Latihan Koordinasi
Menurut Josef Nossek (1982), terdapat tiga tahapan dalam proses belajar teknik:
a. Pengembangan koordinasi kasar. Bentuk-bentuk gerakan kasar dapat dikarakteristikkan sebagai penguasaan teknik-teknik kasar dan terbatas yang berkenaan dengan kualitas gerakan-gerakan yang diperlukan, seperti:
1. Pengaruh kekuatan yang tidak memadai, pemborosan energi, kram otot (koordinasi otot yang rendah) dengan konsekuensi kelelahan yang cepat.
2. Unsur-unsur gerakan tunggal yang tidak digabungkan dengan lancar, karena kurangnya koordinasi.
3. Gerakan-gerakan belum cukup tepat.
4. kekurangan keharmonisan dan ritme gerakan-gerakan yang diamati.
b. Pengembangan koordinasi halus. Bentuk gerakan-gerakan halus dicapai melalui pengulangn-pengulangan lebih lanjut yang mengambangkan kualitas gerakan-gerakan. Tempo tersebut meningkat sampai pada kecepatan yang kompetitif. Bagian-bagian gerakan tungggal untuk teknik-teknik yang lebih kompleks dikembangkan secara terpisah dan dikombinasikan bersama. Aspek-aspek dalam tahap ini bercirikan:
1. Teknik-teknik dilakukan hampir tanpa kesalahan.
2. gerakan-gerakan distabilkan.
3. Gerakan-gerakan lebih berguna dan hemat, tidak ada pemborosan energi.
4. Beberapa gerakan-gerakan tidak benar yang terjadi dalam tahap pertama tidak tampak lagi.
5. Urutan gerakan-gerakan menjadi lancar dan harmonis.
6. Gerakan-gerakan tersebut tepat.
Namun demikian dalam tahap belajar ini, teknik-teknik tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Atlet tersebut masih harus mengkonsentrasikan pada bagian-bagian yang berbeda dari gerakan-gerakan dan oleh karena itu penerapan taktis hanya dimungkinkan sebagian.

c. Tahap stabilisasi dan otomatisasi.
Tahap stabilisasi; pertama-tama hendaknya membawa atlet kedalam posisi dimana ia dapat menerapakan teknik-teknik dalam situasi kompetitif yang sulit. Atlet tersebut mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi yang sulit dan berubah-ubah dari suatu kompetisi. Penguasaan teknik yang sempurna dalam kondisi ini hanya dicapai melalui praktek dalam banyak kompetisi. Karena tingkat otomatisasi yang tinggi, para atlet dapat memberikan perhatian pada tugas-tugas taktis dalam kompetisi. Pengaruh dari kapasitas kondisioning adalah jelas tanpa rintangan dalam penampilan. Prestasi merupakan akumulasi dari kualitas fisik, teknik, taktik dan kematangan mental atau psikis, sehingga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara menyeluruh, sebab satu aspek dengan aspek lain akan menentukan aspek lain. Fisik merupakan pondasi bagi olahragawan, sebab teknik, taktik dan mental akan dapat dikembangkan dengan baik jika olahragawan memiliki kualitas fisik yang baik. Jadi teknik dapat dikembangkan dan dikuasai jika atlet memiliki kualitas fisik yang baik.
AKTIVITAS AIR
Peserta didik mampu memahami dan menguasai:
• Keterampilan satu gaya renang, dua gaya renang, dua gaya renang untuk keterampilan penyelamatan diri, tindakan pertolongan kegawatdaruratan di air dengan menggunakan alat bantu
Renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehinga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat.
Jaman dulu renang merupakan alat pertahanan diri terutama dalam menghadapi tantangan alam. Awal mula perkembangan renang adalah tahun 1800 di Eropa dengan banyak dibangunnya kolam-kolam renang.
Olahraga ini dikenal di Indonesia kira-kira tahun 1904 sejak dibangunnya kolam renang untuk yang pertama kalinya di Cihampelas, Bandung. Dan pada tanggal 24 maret 1951 berdiri Perserikatan Berenang Seluruh I Indonesia (PBSI) diketuai Poerwosoedarmo. Tahun 1952 masuk FINA, dan tahun 1957 PBSI berubah menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia).

Manfaat Renang bagi tubuh :

• Mempengaruhi terhadap peredaran darah
• Mempengaruhi terhadap pernafasan
• Mempengaruhi terhadap otot
Pengaruh renang terhadap psikologis (kejiwaan) :
Berenang dapat memupuk keberanian dan perasaan mampu, percaya diri, dan kegembiraan. Demikian juga persentuhan dengan air yang dingin atau hangat akan langsung direspon oleh sistim syaraf.
Hal-hal yang harus dilakukan sebelum berenang :
1) Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang otot diwaktu berenang. Otot-otot yang harus diregang antara lain : otot lengan, leher,pinggang, punggung dan perut serta otot kaki.
2) Setelah itu mandilah pada air pancuran yang disediakan sebelum masuk kolam renang
3) Latihlah irama kaki terlebih dahulu sebelum bentuk-bentuk latihan lainnya.
4) Berjalan-jalan didasar kolam dengan kedalaman yang cocok merupakan kesenangan yang menari
Hal-hal yang harus dilakukan setelah berenang:
1) Basuhlah mata agar jauh dari kotoran
2) Jika telinga kemasukan air, meloncat-loncatlah agar air bisa keluar atau telinga dimasukin air terus ditumpahkan .
3) Keringkan pakaian renang ditempat yang teduh (tidak panas)
4) Istirahat yang cukup
5) Makan yang cukup
Untuk menghindarkan kecelakaan di kolam renang, sebaiknya tidak melakukan hal-hal sebagai berikut :
1) Dilarang mendorong teman dari pinggir kolam
2) Tidak berenang dikolam yang dalam sebelum menguasai renang dengan baik
3) Dilarang meloncat dari pinggir kolam di tempat-tempat ramai orang berkumpul
4) Dilarang meloncat didaerah kolam yang dangkal dengan posisi menukik
5) Dilarang membasuh muka dipinggir kolam, hingga memungkinkan tergelincir ke dalamnya.
Nomor- nomor renang yang sering dilombakan

No Gaya

Jarak
Pria Wanita

Gaya bebas 100 meter 100 meter
  200 meter 200 meter
  400 meter 400 meter
  1500 meter 800 meter
 Gaya dada 100 meter 100 meter
  200 meter 200 meter
 Gaya kupu-kupu 100 meter 100 meter
  200 meter 200 meter
 Gaya punggung 100 meter 100 meter
  200 meter 200 meter
 Gaya ganti perorangan 200 meter 200 meter
  400 meter 400 meter
 Gaya ganti estapet 4 X 100 meter 4 X 400 meter
  4 X 200 meter
 Gaya ganti perorangan: 50 meter 50 meter
 Gaya kupu-kupu, gaya
 punggung, gaya dada,
 gaya bebas
 Gaya ganti estafet : 50 meter 50 meter
 Gaya punggung, dada,
 kupu-kupu, dan gaya
 bebas


Macam-macam gaya renang dan penjelasannya :
1.Renang Gaya Dada
Renang Gaya Dada, gaya ini merupakan gaya berenang yang paling banyak dilakukan saat rekreasi. Pada gaya ini posisi tubuh secara stabil serta kepala dapat berada di luar air dengan waktu yang cukup lama. Gaya dada ini biasanya juga disebut deangan gaya katak,
Pengertian Gaya Dada adalah cara berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, tetapi gaya ini berbeda dengan gaya bebas, pada gaya ini batang tubuh selalu dalam keadaan tetap.
Sedangkan kedua belah kaki menendang ke arah luar dan kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air, maksut dari gerakan ini adalah agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Gaya ini merupakan Gaya renang yang paling lambat daripada Gaya renang lainnya.

2. Renang Gaya Punggung
Saat melakukan renang gaya punggung, atlet atau perenang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Sedangkan, untuk posisi wajah berada di atas air oleh karena itu perenang dapat dengan mudah mengambil napas. Tetapi, pada gaya ini perenang hanya dapat melihat atas dan tidak dapat melihat ke depan. Saat dalam perlombaan, perenang memperkirakan dinding tepi kolam renang dengan cara menghitung jumlah gerakan yang dilakukan. Dalam renang gaya punggung, gerakan kaki dan lengan sama dengan gaya bebas, tetapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air.
3. Renang Gaya Kupu-kupu
Renang Gaya kupu-kupu juga disebut dengan gaya lumba-lumba, Renang Gaya Kupu-kupu merupakan salah satu gaya berenang dimana posisi dada menghadap ke permukaan air. Kemudian kedua belah lengan ditekan ke bawah secara bersamaan dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sedangkan untuk kedua belah kaki menendang ke bawah secara bersamaan dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Untuk mengambil nafas hal yang dilakukan adlaah udara dihembuskan dengan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
4. Renang Gaya bebas
Renang Gaya bebas merupakan cara berenang dengan posisi dada menghadap kedalam permukaan air. Sedangkan kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh dengan kuat agar memperoleh kecepatan penuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah.
Saat berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Untuk mengambil nafas dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Anda dapat mengambil napas saat menoleh ke kanan atau kiri. Gaya Bebas ini merupakan gaya renang yang paling cepat membuat tubuh melaju saat di kolam renang.


KESEHATAN
Peserta didik mampu memahami dan menguasai:
• Konsep dan prinsip pergaulan yang sehat antar remaja dan menjaga diri dari kehamilan pada usia sekolah
Pergaulan bebas biasanya digunakan untuk menyebutkan cara bergaul yang sudah menyimpang dari norma sosial dan agama, yaitu pergaulan yang tidak menabukan minum alkohol, melakukan seks bebas, obat – obatan dan segala hal yang menyimpang lainnya. Bicara mengenai pergaulan bebas, biasanya hal tersebut mengarah kepada para remaja. Memasuki usia remaja, itu adalah masa dimana seorang anak mulai mencari jati dirinya dan mencoba – coba berbagai hal baru yang dianggapnya bisa

membuatnya menjadi lebih dewasa. Dengan kata lain, usia remaja adalah saat dimana seorang anak memasuki fase yang paling labil dalam kehidupannya.
Seiring dengan perkembangan zaman, pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Kecanggihan teknologi dan kemudahan berkomunikasi serta tersedianya beragam fasilitas justru membuat para remaja mempunyai kebebasan yang melewati batas. Remaja mudah mengakses beragam informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku, serta langsung menirunya karena menganggap hal tersebut membuat mereka lebih hebat. Banyak orang tua yang memberikan akses internet tanpa menyadari dampaknya terhadap anak yang terpengaruh akan sulit menghindari pergaulan bebas.
Penyebab Pergaulan Bebas :
Sebenarnya pergaulan bebas yang dilakoni para remaja ini merupakan sebuah persoalan yang kompleks dan tidak dapat dilihat secara sekilas saja. Beberapa penyebab yang menjadi latar belakang pergaulan bebas tersebut antara lain:
• Kurangnya Pengawasan Keluarga – Kurangnya kontrol sosial dari lingkungan terutama keluarga membuat seorang remaja merasa bebas untuk melakukan apa yang dia anggap benar dan tidak mendapatkan bimbingan tentang hal yang benar dan salah. Kekurangan perhatian di rumah sering membuat anak melakukan cara membahagiakan diri sendiriyang salah.
• Lingkungan yang Kurang Baik – Apabila seseorang tidak mendapatkan contoh yang baik dalam kesehariannya atau tumbuh dalam lingkungan yang bebas, maka ia tidak akan tahu bagaimana caranya bergaul sesuai dengan norma yang telah ditetapkan dalam masyarakat.
• Salah Memilih Teman – Teman yang dimiliki dapat memberikan pengaruh positif dan juga negatif, bahkan bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan pergaulan bebas. Apabila seseorang tidak memilih teman yang dapat memberikan pengaruh positif, maka ia dapat terjerumus kepada pergaulan bebas.
• Akses Informasi – Kemudahan mendapatkan beragam informasi juga turut mendorong terjadinya pergaulan bebas. Anak kecil sekalipun dapat mengakses informasi yang tidak sesuai dengan norma dan adat ketimuran atau keagamaan, misalnya informasi yang memuat konten mengenai hal – hal berbau seksual yang mudah ditiru.
• Menghindari Pergaulan Bebas
Diantara serbuan informasi yang turut mempengaruhi para remaja untuk berlaku bebas, bukan tidak mungkin sebenarnya untuk menghindari hal tersebut. Cara menghindari pergaulan bebas dengan benar dapat dilakukan melalu suatu proses sejak seseorang berusia dini.
1. Memperkuat Pendidikan Agama
Anak yang mempunyai dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh tidak akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena ia tahu dan bisa membedakan hal yang benar dan salah. Pendidikan agama dan moral dapat memperkuat iman seseorang sejak dini. Jika sejak kecil seseorang telah tertanam mengenai pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan bebas yang jelas – jelas merupakan hal yang tidak benar.

2. Membentuk Karakter yang Positif
Pembentukan 4 karakter manusia sejak kecil sangat diperlukan agar ia dapat menjadi pribadi yang kuat dan berpendirian kokoh, sehingga walaupun mempunyai kesempatan untuk hidup bebas, ia dapat mengendalikan dirinya. Teguh berpegang pada prindip hidup merupakan salah satu cara untuk menghindari pergaulan bebas.
3. Memilih Teman
Seperti telah disebutkan diatas, pemilihan teman yang kurang sesuai akan mempermudah seseorang terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas. Karena itulah penting untuk memilih teman dan mengenali tipe kepribadian manusia yang sekiranya dapat memberikan pengaruh positif, seperti bagaimana cara menjadi pribadi yang menyenangkan .
4. Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak
Hubungan orang tua dan anak yang erat secara langsung akan memberikan pengawasan yang lebih baik kepada anak. Jika anak dekat dan terbuka dengan orang tua, mereka akan dapat langsung bertanya mengenai berbagai macam persoalan bahkan yang dianggap sensitif dan tabu seperti seks bukannya mencari informasi yang bisa jadi menyesatkan pada pihak lain.
5. Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak dan Remaja
Keingin tahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan seksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka terkadang akan mencari tahu melalui jalan yang salah. Informasi yang berkaitan dengan seksualitas sepatutnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian mereka juga dapat mengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas.
6. Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif
Setelah keluarga, tempat anak bersosialisasi adalah lingkungan. Jika anak berada pada lingkungan yang positif, yaitu yang memegang teguh maka ia juga akan mencontoh hal yang positif tersebut dan sebaliknya. Apabila anak berada pada lingkungan yang tidak kondusif maka pengaruh dari lingkungan tersebut bisa membuatnya menjadi berperilaku menyimpang dari norma sosial yang ada.
7. Mengisi Waktu Luang
Salah satu faktor yang turut memberi kesempatan bagi remaja untuk tergiur dengan kehidupan bebas adalah tersedianya banyak waktu luang. Apabila waktu luang tersebut diisi dengan kegiatan yang positif dan berguna, maka tidak akan ada waktu untuk memikirkan hal – hal yang menyimpang. Cara bergaul bagi orang pendiam dapat dilakukan dengan mengisi waktu melalui kegiatan positif.
8. Memperluas Pengetahuan
Ada kutipan yang menyatakan bahwa knowledge is power, artinya pengetahuan adalah kekuatan yang akan membuka cakupan wawasan yang luas. Seseorang akan mudah menentukan pilihan hidupnya karena ia sudah mengetahui banyak tentang berbagai sisi dan dampak dari pilihan – pilihan yang dia buat. Sebaliknya, apabila seseorang hanya memiliki sedikit pilihan, ia tidak akan tahu bahwa ada banyak

pilihan yang lebih baik untuk kehidupannya. Misalnya, jika ia tidak mempunyai pilihan lain selain gaya hidup bebas, maka ia tidak akan dapat melakukan cara menghindari pergaulan bebas.
baca juga:
9. Memperbaiki Komunikasi dengan Keluarga
Kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak juga dapat menyebabkan anak memilih jalan menyimpang seperti pergaulan bebas. Hal ini terjadi karena anak tidak mendapatkan bimbingan yang dibutuhkannya dari orang tua. Diperlukan sikap yang lebih luwes dari orang tua untuk dapat memahami jalan pikiran anak agar dapat berkomunikasi dengan lancar dan tercipta saling pengertian.
10. Taat Kepada Hukum
Pergaulan bebas tidak hanya melanggar norma sosial melainkan juga melanggar peraturan dan norma hukum, sebab identik dengan seks bebas, obat – obatan dan minum alkohol. Semua hal tersebut berpotensi membuat seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Cara menghindari pergaulan bebas dan cara menghindari kebiasaan buruktersebut yaitu dengan membuat anak tahu mengenai hukum yang berlaku dan apa akibatnya jika melanggar.
11. Menerima Diri Sendiri
Terkadang alasan seseorang memasuki pergaulan bebas adalah untuk diterima oleh lingkungannya. Orang seperti ini biasanya selalu merasa tidak punya cukup kepercayaan diri dan sulit mencari cara agar selalu berpikir positif. Maka ia ingin membuktikan diri dengan menjadi orang yang bebas tanpa terikat pada norma sosial. Agar terhindar dari peragaulan bebas, maka seseorang harus menjadi pribadi yang tahu cara meningkatkan rasa percaya dirinya.
12. Membatasi Pergaulan
Pergaulan bebas bukanlah cara hidup yang baik karena banyaknya kerugian yang akan ditimbulkan pada seseorang jika menjalaninya. Untuk menghindari pergaulan bebas, ada baiknya jika membatasi pergaulan kepada lingkungan atau teman yang hanya akan memberikan pengaruh positif.
13. Menetapkan Tujuan Hidup
Orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya akan sangat mudah tersesat. Termasuk terjerumus pada pergaulan bebas. Maka sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui apa tujuan hidupnya dengan tepat, agar dapat memfokuskan diri pada hal yang diperlukan untuk mencapainya dan tidak teralihkan oleh hal – hal yang buruk.
14. Menjaga Tingkah Laku
Berpacaran merupakan bagian dari kehidupan yang dijalani oleh para remaja, karena pada usia ini mereka sudah mulai mengembangkan ketertarikan pada lawan jenis. Perlunya menjaga tingkah laku selama berpacaran agar tetap berlaku sewajarnya pada norma sosial dan tidak menyalahi ajaran agama sangat penting untuk menghindari pergaulan bebas.
15. Membatasi Waktu di Luar Rumah

Terlalu banyak waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan di luar rumah yang kurang bermanfaat, membuka peluang bagi pengaruh buruk untuk masuk. Jika bisa, batasilah kegiatan di luar rumah yang kurang penting agar dapat memfokuskan diri kepada cara hidup yang positif.
Untuk menghindari pergaulan bebas memang tidak bisa dilakukan hanya dari satu sisi saja, atau dilakukan oleh anak tanpa dukungan orang tua dan lingkungannya. Melainkan diperlukan kepribadian yang kuat yang terbentuk sejak anak masih berusia dini agar ia dapat menentukan sendiri hal yang baik dan buruk. Dasar – dasar nilai moral dan agama yang diletakkan orang tua ketika mendidik anak sangatlah penting untuk menjauhkan anak dari berbagai cara hidup yang salah dan merusak diri sendiri.
• Peraturan perundangan, konsekuensi hukum bagi para pengguna dan pengedar narkotika, zat-zat aditif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya


2.1. Pengertian Narkoba
Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiuasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakannya. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunaannya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

2.2. Pengedaran Narkoba
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

2.3. Dampak Negatif Narkoba
2.3.1. Dampak Pada Fisik
a. Gangguan pada system saraf (neorologis) seperti : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan saraf tepi.
b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
c. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti : penanahan, bekas suntikan dan alergi.
d. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
e. Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bergantian.
f. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
h. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosisbisa menyebabkan kematian.
2.3.2. Dampak Psikologis
Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan atau selalu membutuhkan obat. Dampak psikis lainnya adalah :
a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.
c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.
d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.
2.3.3. Dampak Sosial Dan Ekonomi

Pengguna narkoba akan selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan juga hukum.
a. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
2.5. Mencegah Penggunaan Narkoba
Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah penggunaan narkoba yaitu :
a. Membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
b. Selektif dalam memilih teman.
c. Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
d. Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
e. Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
f. Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
g. Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.
Dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan membantu orang yang telah terjerumus pada narkoba ini ada tiga tingkatan intervensi yaitu :
a. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
b. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
c. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba

mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.
2.6. Sanksi Kepada Pemakai Dan Pengedar Narkoba
Narkoba adalah obat-obatan yang biasa digunakan di kedokteran, tetapi apabila obat-obatan tersebut disalahgunakan maka perbuatan itu termasuk melanggar hukum sehingga harus diberi sanksi. Adapun sanksi-sanksi yang harus diberikan sebagai berikut:
Untuk pengedar sanksinya dipenjara selama 10 tahun dan didenda sebanyak 500 juta rupiah. Tetapi apabila pengedar itu berstatus sebagai bandar atau bosnya maka dia dipenjara selama 20 tahun sampai dengan seumur hidup bahkan dihukum mati dan didenda 1 milyar rupiah.
Untuk penyimpang atau pembuat narkoba sanksinya dipenjara selama 7 tahun dan didenda sebanyak 10 juta rupiah.
Sanksi-sanksi di atas terdapat di dalam undang-undang KUHP tentang narkoba yaitu:
1. UU No. 22 tahun 1997 pasal 79 ayat 1 bagi pengedar kelas teri (narkotika)
2. UU No. 5 tahun 1997 pasal 79 ayat 1 bagi pengedar kelas kakap (psikotropika)
• Manfaat jangka panjang dari partisipasi dalam aktivitas fisik secara teratur
a. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh seorang anak maupun dewasa, sangat baik untuk kesehatan. Tak hanya itu, aktivitas fisik yang dilakukan pun sangat berguna bagi perkembangan otak dan pertumbuhan si kecil. Tidak perlu melakukan aktivitas fisik yang berat, cukup melakukan hal-hal sederhana di rumah dan lingkungan sekitar; misalnya : bermain bola, bersepeda, naik turun tangga, jalan santai, dan kegiatan lainnya. Berikut beberapa manfaat lain dari aktivitas fisik yang Anda dan anak lakukan:
b. Memperkuat jantung
Jantung sebenarnya tersusun dari serangkaian otot yang bekerja bersama, oleh sebab itu, latihan secara teratur akan meningkatkan kinerjanya. Nah, dengan memperkuat otot jantung, Anda bisa menghindari penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian, bahkan pada anak-anak sekalipun.
c. Menjaga arteri dan vena supaya dapat bekerja dengan baik
Latihan fisik atau olahraga dapat mengurangi jumlah kolesterol dan lemak berbahaya dalam darah. Hal ini akan meningkatkan fleksibilitas dinding pembuluh darah, serta membantu penurunan tekanan darah. Nah, hal ini dapat mengurangi risiko serangan jantung maupun stroke.

d. Memperkuat paru-paru
Olahraga dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi paru terutama saat beraktivitas, sehingga akan lebih banyak oksigen yang masuk kedalam tubuh dan lebih banyak karbon dioksida yang dikeluarkan dari tubuh.
e. Menurunkan kadar gula darah
Latihan fisik akan mencegah akumulasi berlebih gula dalam sirkulasi darah. Saat berolahraga, otot akan mengambil pasokan gula dari sirkulasi dan mengubahnya dalam bentuk energi.
Hal ini tentunya akan mengurangi risiko diabetes.
f. Mengontrol berat badan
Saat bermalas-malasan, tubuh kita cenderung mendapat asupan kalori berlebih dibandingkan penggunaannya, kalori yang tidak terpakai tersebut nantinya akan tersimpan sebagai lemak. Lain halnya apabila kita aktif berolahraga, tubuh kita akan membutuhkan lebih banyak kalori, sehingga lemak tubuh yang tersimpan akan dibakar untuk diubah menjadi energi.
Penurunan berat badan, memberikan efek positif bagi kesehatan jantung dan pengontrolan kadar gula darah.
g. Mencegah kanker
Seseorang yang berolahraga teratur memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kanker terutama pada usus besar, rahim dan payudara.
h. Mengatur tekanan darah
Latihan fisik atau olahraga telah terbukti dapat mengurangi stres. Dengan menghindari stress berlebihan, resiko peningkatan tekanan darah serta penyakit jantung pun akan menurun.
• Bahaya, cara penularan, dan cara mencegah HIV/AIDS Mengenal Bahaya HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serbuan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuh menurun terus secara drastis. Cara penularan virus HIV adalah melalui hubungan seks vaginal dan anal. Transfusi darah yang sudah tercemar HIV, menggunakan jarum suntik bekas seseorang yang mengandung HIV (kadang-kadang terjadi pada petugas kesehatan). HIV dapat pula ditularkan dari ibu sewaktu kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Pada saat seseorang terjangkit HIV, orang tersebut tidak langsung terkena AIDS. Dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Betapa dahsyatnya dampak dan bahaya HIV/AIDS. Setelah menjadi penderita HIV positif dan menderitaAIDS, orang tersebut akan mengalami penurunan sistem imunitas tubuh. Oleh karena itu, berbagai bibit penyakit dapat dengan mudah menyerang. Karena sistem kekebalan tubuhnya lemah, penderita HIV/AIDS sulit untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. Pada akhirnya yang terjadi adalah kematian. Tahap-tahap perubahan HIV manjadi AIDS sebagai berikut.

Tahap Perubahan HIV/AIDS
Perubahan HIV menjadi AIDS terdiri dari 4 tahap. Tahap 1 sampai tahap masih tahap (terinfeksi) HIV, sedangkan tahap 4 adalah tahap AIDS,
Tahap 1 (Tahap Awal Infeksi HIV)
• Umur infeksi dimulai sejak terpapar virus dan terinfeksi sampai kurang lebih 6 bulan setelahnya.
• Ciri-ciri terinfeksi belum tampak, belum terbentuk antibodi. Mungkin muncul gejala ringan seperti flu selama 2-3 hari yang akan sembuh sendiri.
Tahap 2 (Tahap Tanpa Gejala)
• umur infeksi 2-10 tahun setelah terinfeksi virus
• Sudah terbentuk antibodi sehingga sudah dapat dinyatakan HIV positif.
• Sudah mampu menularkan kepada orang lain.
• Belum menampakkan gejala, mungkin hanya gejala ringan seperti flu selam 2-3 hari yang akan sembuh sendiri.
Tahap 3 (Tahap ARCIAIDS Related Complex)
• Sistem kekebalan tubuh mulai menurun.
• Mulai muncul gejala-gejala awal yang belum dapat disebut AIDS berupa: keringat berlebihan di malam hari,
pembesaran kelenjar getah bening, flu yang tidak sembuh-sembuh, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, badan menjadi lemah.
Tahap 4 ( Tahap AIDS)
• Sudah dapat disebut AIDS.
• Dapat didiagnosis dengan menentukan penurunan jumlah sel limfosit T Helper dan beberapa pemeriksaan lain, seperti tes darah Elisa dan Western Blot. Tetapi tidak semua fasilitas laboratorium mampu melakanakan metode pemerikasaan ini.
• Untuk memudahkan menetapkan diagnosis, ada beberapa gejala khas yang oleh para ahli digolongkan dalam tanda mayor dan tanda minor.
Tahap Gangguan Otak/Susunan Syaraf Pusat.
Hal ini mengakibatkan gangguan mental yang akan mengakibatkan kematian. Gengguan mental yang terjadi adalah dimensia (gangguan daya ingat), penurunan kesadaran, gangguan psikotik, depresi, dan gangguan syaraf.
Proses Penularan HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang menular. Namun, penularannya tak semudah seperti virus influenza atau virus-virus lainnya. HIV dapat hidup di seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang

mempunyai kemampuan untuk menularkan kepada orang lain hanya HIV yang berada dalam darah, cairan vagina, dan sperma.
Beberapa cara penularan HIV/AIDS yang diketahui sebagai berikut.
a. Transfusi darah dari pengidap HIV.
b. Berhubungan seks dengan pengidap HIV.
c. Sebagian kecil (25-30%) ibu hamil pengidap HIV kepada janinnya.
d. Alatsuntikatau jarum suntik, alattato, dan tindikyang dipakai bersama dengan penderita HIV/AIDS.
e. Air susu ibu pengidap AIDS kepada anak susunya.
Gejala Terinfeksi HIV/AIDS
Infeksi HIV/AIDS dikenali melalui gejala-gejalanya. Namun, belum ditemukan gejala- gejala yang pasti untuk menentukan seseorang terkena HIV/AIDS, kecuali harus melalui tes darah. Gejala-gejala umum orang yang tertular HIV/AIDS ditandai dengan kondisi sebagai berikut.
• Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.
• Demam lebih dari 38 derajat Celsius, disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari.
• Diare kronis lebih dari 1 bulan.
• Rasa lelah berkepanjangan.
• Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher dan lipatan paha.
• Gatal-gatal.
• Kelainan pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, dan alat kelamin.
Cara Pencegahan HIV/AIDS
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, Mengetahui cara mencegah HIV/AIDS sangatlah penting. Lima cara pokok untuk mencegah HIV/AIDS sebagai berikut.
• Tidak melakukan hubungan seks pranikah atau hubungan seks bebas.
• Be faithful adalah saling setia, hanya melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sah.
• Drugs adalah tolak penggunaan narkoba, khususnya narkoba suntik
• Equipment adalah jangan pakai jarum suntik bersama.
Selain itu, ada pula tindakan-tindakan yang perlu dilakukan jika telah terinfeksi HIV. Tindakan-tindakan tersebut adalah sebagai berikut.
• Makan makanan yang bergizi tinggi.
• Selalu hidup bersih dan sehat.
• Jangan berganti-ganti pasangan seksual.
• Mintalah nasihat dokter mengenai apa yang seharusnya dilakukan.

• Langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari Penyakit Menular Seksual (PMS)
Ada beberapa cara – cara dan langkah yang dapat ditempuh guna menghindarkan serta mencegah diri agar tidak terkena Penyakit Menular Seksual, diantaranya :
1. Meningkatkan keimanan serta mendekatkan diri sebaik mungkin kepada Sang Pencipta.
2. Memanfaatkan waktu luang untuk menambah ilmu agama, berolahraga, serta hal – hal lainnya yang bernilai positif.
3. Menggunakan vaksin untuk mencegah penularan penyakit.
4. Senantiasa menggunakan jarum suntik yang baru / habis pakai buang.
5. Setia terhadap pendamping hidup yang dimiliki serta tidak berganti – ganti pasangan bahkan berhubungan dengan sesama jenis.
6. Selalu menjaga kebersihan alat reproduksi.
7. Melakukan transfusi darah di tempat yang terjamin dan terpercaya.
8. Menghindari tempat – tempat yang akan menjerumuskan ke perzinaan seperti tempat prostitusi, diskotik, dan sejenisnya.
9. Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang telah terkena penyakit menular seksual.
10. Bagi para tenaga kesehatan yang berhubungan erat dengan pasien, maka kewaspadaan ekstra harus tetap dilakukan. Karena penularan penyakit HIV AIDS adalah melalui perantara produk darah dan cairan tubuh, maka harus dilakukan dengan cara Kewaspadaan Universal (Universal Precaution). Kewaspadaan Universal adalah panduan mengenai pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Bisa dilakukan dengan cara hand hygiene, melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi, cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam dengan benar.